Tak Mampu Bayar Cicilan Mobil, Oknum Marbut Nekat Gasak Kotak Amal

Seorang oknum di Kota Kendari ditangkap rekan-rekannya saat mencuri kotak amal masjid. Kampanye ini sudah berjalan sejak April 2022.

Aksi pelaku berinisial Mg (43) ini diketahui dan dilaporkan oleh pengurus masjid pada Jumat (28 Mei 2022). Pengelola masjid lainnya menduga pelaku membongkar celengan masjid senilai Rs 3,8 juta.

Tak hanya itu, pria yang bekerja di masjid terbesar di Kota Kendari sejak 2006 itu sempat merusak CCTV sebelum beraksi dan melemparinya ke sekitar masjid. Bahkan, pelaku juga merusak kotak kontrol CCTV.

Kapolsek Mandonga Komisaris Besar Moch Salman mengatakan pengelola masjid lain, setelah dicurigai, melaporkan pelaku ke polisi. Pelaku kemudian dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Saat itu dia mengaku (pelaku) mengambil sendiri,” kata Salman, Jumat (3/6/2022).

Polisi turut serta mengamankan barang bukti berupa palu dan kunci busi. Keduanya dimanfaatkan pelaku untuk merusak dan membuka paksa kotak sumbangan masjid.

Cicilan mobil tidak bisa dibayar

Saat ditemui di Polsek Mandonga, Mg, 40, mengaku melakukan tindakan tersebut karena terdesak karena kebutuhan ekonomi. Seperti diketahui, ia sudah mencicil mobil tersebut sejak awal tahun 2022.

Namun, para pelaku tidak mampu menutupi pembayaran mobil dari waktu ke waktu dengan bersikeras pada gaji sebagai pengelola masjid. Faktanya, dia memiliki dua pekerjaan di masjid: “Saya mengerjakan dua pekerjaan, menyetel masjid dan membersihkan,” katanya.

Untuk gaji menyapu masjid, pelaku mendapat Rp 1,3 juta sebulan. Pelaku menerima gaji 1,5 juta rupiah karena membunyikan bel di masjid.

Sebenarnya cukup, tapi saya akui saya melakukan kesalahan,” kata Mg lemah.

Aktor 3 mal beraksi
Diketahui, pelaku melakukan aksinya sebanyak tiga kali. Aksi pertama dan kedua sudah dilakukan sejak April 2022.

Saat itu, pelaku mengambil uang Rp 500.000 dan Rp 1 juta. Pelaku membongkar kotak sumbangan masjid.

Pelaku terjadi, setelah memulai tindakan tiga kali. Menurut administrasi masjid, ada tiga korban, ‚ÄĚkata Komisaris Salman.

Salman mengatakan bahwa pekuku saya diancam dengan Pasal 363 KUHP sehubungan dengan tindakan pencurian. Pelaku terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.